"Catatan kita tahun ini dibandingkan dengan jumlah kasus selama 2018 yang mencapai 49 kasus. Sekarang baru tujuh bulan sudah 47 kasus, yang artinya hampir menyamai jumlahnya dengan 2018," kata Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya Ato Rinanto, Kamis (25/07/2019).
Ato mengatakan, dari 100 persen jumlah kasus pada anak, kekerasan seksual hampir selalu mendominasi dengan persentase mencapai 30 persen. Sisanya, 13 persen kekerasan fisik, 12 persen anak hilang, 7 persen hak asuh anak, dan lainnya.
Agen Bola Jika melihat pada pelaku kekerasan seksual, ia menyebut bahwa aksi tersebut dilakukan orang yang berada di sekitar lingkungan korban, apakah keluarga maupun tetangga. "Dan 90 persen kasus kekerasan seksual yang korbannya anak dibawah umur ini disebabkan adanya kesalahan pola asuh anak dari orang tua," ucapnya.
Kondisi tersebut, kata Ato, disebabkan karena remdahnya tingkat pendidikan dalam keluarga sehingga berdampak pada pola didik orang tua kepada anaknya. Hal lainnya yang ikut memberikan pengaruh adalah tingkay ekonomi dan kondisi lingkungan korban.
"Tidak jarang yang terjadi adalah pemahan orang tua dalam pendidikan anak tertinggal jauh dengan kondiai hari ini sehingga tidak relevan lagi. Kondisi ini kemudian diperparah dengan faktor perkembangan teknologi namun pengawasan dari orang tua lemah. Itulah yang kemudian memicu kekerasan pada anak kian meningkat," jelasnya.
Judi Bola Online Idealnya, menurut Ato, lingkungan memberikan peran pengawasan saat di rumah terjadi persoalan sehingga kekerasan pada anak bisa dicegah. "Namun karena yang terjadi adalah kondisi lingkungannya lemah makan kasus kekerasan tidak lagi bisa terpantau," ungkapnya
Kekerasan Anak Yang Berada Di Kabupaten Tasikmalaya Telah Meningkat, 7 Bulan Mencapai 47 Kasus
Reviewed by Admin
on
Juli 25, 2019
Rating:
Reviewed by Admin
on
Juli 25, 2019
Rating:









Tidak ada komentar: